Takut Yang Benar dan Takut Yang Salah

Iihhh… takut!!! Begitu anak muda mengekspresikan rasa takutnya. Mereka takut jika melihat sesuatu yang dianggap menyeramkan. Fenomena rasa takut pada setiap orang memang bermacam-macam, mulai dari takut dipecat dari jabatan sampai takut masuk neraka. Hanya saja rasa takut tersebut ada yang dibenarkan dan ada yang dilarang oleh syariat. Takut (khouf) adalah reaksi emosional yang muncul disebabkan oleh dugaan adanya kebinasaan, bahaya, atau gangguan yang akan menimpa.

Para pembaca yang budiman, takut itu terbagi menjadi beberapa jenis, dan tidak seluruh jenis takut tersebut diperbolehkan oleh syariat Islam.

Khouf Ibadah

Takut ibadah ialah takut kepada Alloh semata. Jenis ini merupakan ibadah hati yang melandasi ibadah kita kepada Alloh. Dengan takut pada adzab Alloh, takut karena kebesaran dan kekuasaan Alloh maka ibadah kita akan terbentuk dengan benar. Perasaan takut ini hanya boleh ditujukan untuk Alloh, bila tidak maka akan terjatuh ke dalam syirik akbar.

Alloh berfirman yang artinya, “Dan bagi orang yang takut akan perjumpaan menghadap Rabbnya maka baginya ada dua surga.” (Ar Rohman: 46)

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (An-Naazi’aat: 40)

“Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (An-Nahl: 50)

Alloh berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh mereka adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka adalah surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Alloh ridho terhadap mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Demikian itulah balasan bagi orang yang takut kepada Rabbnya.” (Al-Bayyinah: 7-8)

Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tujuh golongan yang akan Alloh naungi dalam naungan-Nya pada hari kiamat kelak: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabbnya, laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai di jalan Alloh, mereka berkumpul dan berpisah di jalan Alloh, seorang laki-laki yang digoda oleh wanita yang memiliki status sosial yang tinggi dan kecantikan (untuk melakukan zina) lalu ia mengatakan ‘Sesungguhnya aku takut kepada Alloh’, seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Alloh dalam keadaan sendirian lalu berlinanglah air matanya.” (HR. Bukhori, Muslim)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alloh Ta’ala berfirman: ‘Demi kemuliaan dan Keagungan-Ku, Aku tidak akan mengumpulkan bagi hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia maka Aku akan membuatnya takut pada hari Aku mengumpulkan hamba-hamba-Ku. Jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan memerikan rasa aman untuknya pada hari Aku mengumpulkan hamba-hambaKu’.” (HR. Abu Nu’aim. Lihat Al-Jaami’ush Shahih no. 4332 dan Ash-Shahihah no. 742)

Khouf Syirik

Takut yang merupaka kesyirikan ialah takut kepada selain Alloh dengan keyakinan bahwa yang ditakuti tersebut dapat memberikan bahaya dan menahan kemanfaatan. Misalnya takut kepada patung atau jin, mayat dan lain-lain, khawatir kalaus ia akan menimpakan atau mendatangkan sesuatu yang menyusahkan.

Alloh ta’ala berfirman yang artinya, “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat! Setelah diwajibkan kepada mereka berperang. Tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Alloh, bahkan lebih sangat dari itu takutnya.” (An-Nisaa’: 77)

“Sesungguhnya yang demikian itu adalah setan yang menakut-nakuti (kalian) dengan wali-walinya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka.” (Ali Imron: 175)

”Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kepada-Ku.” (Al-Maa’idah: 44)

Khouf Maksiat

Yaitu seorang hamba takut kepada seseorang atau sekelompok orang sehingga sampai meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara terlarang namun tidak sampai pada batasan dipaksa. Maka takut jenis ini adalah maksiat.

Alloh ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya yang demikian itu adalah setan yang menakut-nakuti (kalian) dengan wali-walinya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imron: 175)

“Maka jenganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku…” (Al Baqoroh: 150)

“Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku…” (Al Ma’idah: 3)

“Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kepada-Ku…” (Al Ma’idah: 44)

Takut Yang Wajar

Setiap orang tentu punya rasa takut yang memang sudah menjadi fitrohnya. contohnya seperti takut kepada musuh, serangan binatang buas, dan lain-lain. Takut jenis ini adalah boleh selama tidak melampaui batas tabiat.

Alloh berfirman yang artinya, “Karena itu, jadilah Musa dikota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir.“ (Al-Qoshosh: 18)

“Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir.” (Al-Qoshosh: 21)

“Berkatalah mereka berdua: ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya kami takutbahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. Janganlah kamu berdua takut, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Aku mendengar dan melihat’.” (Thoha: 45-46)

“Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul’.” (Thoha: 67-68)

Takut Wahmi (Khayal)

Yaitu ketakutan yang tidak ada sebabnya sama sekali atau memiliki sebab yang lemah. Ketakutan jenis ini tercela, orangnya tergolong penakut. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari sifat takut ini, karena sifat takut merupakan akhlaq yang ini. Oleh karena itu iman yang sempurna, tawakal dan keberanian bisa menolak khouf jenis ini.

Artikel ini tulisan aqidahislam.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: