Ziarah Kubur

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dulu aku melarang kalian semua berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah.” (HR. Muslim), dalam riwayat At Tirmidzi, “Karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kepada akhirat.” Ziarah kubur dilarang pada masa awal perkembangan Islam karena masalah ini memang sangat rawan akan bahaya kesyirikan dan kondisi keimanan para shahabat masih dalam tahap pembinaan. Jadi sebagai tindakan preventif sangatlah wajar jika beliau melarang kaum muslimin untuk melakukan ziarah kubur.Bahkan ketika para shahabat telah menjadi orang-orang mukmin pilihan beliau masih tetap saja memperingatkan mereka dari bahaya kubur, sebagaimana tercermin dalam sabda beliau menjelang wafatnya, “Alloh melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani yang telah menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhori Muslim)

Peringatan tersebut tentunya juga ditujukan kepada kita semua selaku umat Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam yang sudah berada jauh dari generasi shahabat, apalagi jika aqidah kita masih sangat pas-pasan bahkan cenderung masih lemah. Jangan sampai izin yang diberikan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam justru menjadi bumerang yang berbalik membinasakan kita. Bukannya pahala ziarah yang didapat, namun malah terjurumus dalam jurang dosa bahkan dosa yang tak terampunkan yakni dosa syirik.

Kalau kita perhatikan, ternyata apa yang dikhawatirkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam saat itu memang terjadi di zaman ini, di mana masih banyak kita dapati kaum muslimin yang salah dalam menerapkan aturan ziarah kubur. Mereka melakukan ziarah sekedar mengikuti apa yang menjadi kemauan sendiri atau sesuatu yang sudah menjadi tradisi tanpa memperhatikan nilai-nilai dan rambu-rambu syari’at.

Beberapa Kekeliruan Seputar Ziarah Kubur

  1. Mengkhususkan waktu-waktu tertentu dalam melakukan ziarah kubur seperti pada bulan sya’ban (jawa: ruwah) ataupun pada hari raya I’dul Fithri. Atau dengan kata lain menjadikan kuburan sebagai ied (perayaan) dan tempat berkumpul untuk menyelenggarakan acara ibadah di sana. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai ‘ied (perayaan).” (HR. Abu Daud)
  2. Berdoa kepada penghuninya terutama sering terjadi di kuburan orang shalih. Ini termasuk syirik besar, karena berdoa seharusnya hanya ditujukan kepada Alloh saja. Demikian pula menyembelih di sisi kuburan dan ditujukan kepada si mayit.
  3. Sujud, membungkuk ke arah kuburan, kemudian mencium dan mengusapnya.
  4. Shalat di atas kuburan. Ini tidak diperbolehkan kecuali shalat jenazah. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian sholat di atas (menghadap) kubur.” (HR. Muslim)
  5. Menaburkan bunga-bunga dan pelepah pepohonan di atas pusara kubur. Adapun apa yang dilakukan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika meletakkan pelepah kurma di atas kubur adalah kekhususan untuk beliau dan berkaitan denga perkara ghaib, karena Alloh memperlihatkan keadaan penghuni kubur yang sedang disiksa. Demikian juga dengan membakar dupa, kayu cendana ataupun kemenyan.
  6. Mempunyai persangkaan bahwa berdo’a di kubur itu lebih terkabulkan sehingga harus memilih tempat tersebut.
  7. Memakai sandal ketika memasuki pekuburan.
  8. Duduk di atas kubur.

Maka selayaknya setiap muslim berpegang dengan ajaran agamanya, yaitu Kitabulloh dan Sunnah Nabinya serta menjauhi segala bentuk bid’ah dan khurafat yang tidak pernah diajarkan dalam Islam. Dengan itulah kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak. Karena seluruh kebaikan itu ada dalam ketaatan kepada Alloh dan RosulNya sedangkan keburukan selalu ada dalam kemaksiatan dan kedurhakaan.

Artikel ini tulisan aqidahislam.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: