Berdoa Hanya Kepada Alloh Semata

MediaMuslim.Info – Berdoa dan melaksanakan berbagai Ibadah haruslah hanya kepada Alloh  Subhanahu wa Ta’ala semata. Sudah menjadi hak Alloh  Subhanahu wa Ta’ala bahwa tiada yang boleh menyekutukan NYA dengan segala sesuatu apapun. Sangatlah terlarang dan tercela seperti yang dilakukan banyak kaum muslim saat ini yang berbondong-bondong menuju kuburan “orang-orang sholeh” dan meminta serta beribadah disana. Wallohu A’lam

Alloh Subhanahu wa Ta’ala dekat dengan para hamba-Nya. Alloh mengetahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak ada sedikitpun urusan mereka yang tidak Dia ketahui. “Sesungguhnya bagi Alloh tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS: Ali Imran: 5)Hanya Alloh semata yang menciptakan kita dan memberi rezeki kepada kita. Di tangan-Nya jua-lah kekuasaan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya:  “Kepunyaan Allh-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS: Al-Maa-idah: 120)

Di tangan Alloh-lah segala kebaikan. Apabila Alloh memberikan perintah dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya, harus ditaati dan dituruti. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS: Al-Anfaal: 24)

Alloh yang Maha Kuasa dapat mendengar doa para hamba-Nya di setiap tempat dan waktu dengan pelbagai kebutuhan dan bercorak ragam bahasa mereka. Sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS:. Al-Baqarah: 186)

Alloh telah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dengan suara perlahan, dengan tunduk dan pasrah. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas..” (QS: Al-A’raaf: 55)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala memiliki segala kekuasaan dan segala pujian. Dan Alloh juga menguasai segala sesuatu. Langit dan bumi serta segala yang terdapat di dalamnya bertasbih kepada Alloh, sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya:  “Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas..” (QS: Al-Israa: 44)

Alloh telah mengancam orang-orang yang takkabur dan enggan beribadah serta berdoa kepada-Nya dengan Neraka Jahannam. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Rabbmu berfirman:”Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk naar Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS: Al-Mukmin: 60)

Berdoa kepada Alloh harus dengan cara yang disyariatkan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Di antaranya berdoa kepada Alloh dengan menjadikan Asma Alloh Al-Husna sebagai perantara.  “Hanya milik Alloh asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: Al-A’raaf ; 180)

Misalnya kita ucapkan: “Wahai Ar-Rahman (yang Maha Pengasih) kasihanilah kami; wahai Al-Ghafur (Yang Maha Pengampun) ampunilah kami; wahai Ar-Razzaq (Yang Maha Memberi rezeki, berikan rezeki kepada kami,” dan sejenisnya.

Apabila seorang hamba berdoa kepada Alloh, terkadang Alloh memberikan apa yang dia mohon, dan terkadang Alloh menghindarikan dirinya dari bahaya yang lebih besar daripada permohonan yang dia minta; atau bisa jadi Alloh menyimpan pahala doanya itu hingga Hari Akhir nanti. Karena Alloh memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkannya. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Rabbmu berfirman:”Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (QS: Al-Mukmin: 60)

Alloh memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya semata, dan memperingatkan kita agar tidak beribadah kepada syetan. Berfirman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu.. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (QS: Yaasin: 60-61)

Berdoa kepada selain Alloh untuk memenuhi kebutuhan atau menolak bala atau untuk mencari kesembuhan dari penyakit kesemuanya dapat mengotori akal dan membutakan mata hati. Alloh berfirman, yang artinya: “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Alloh, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang sesudah Alloh memberi petunjuk kepada kita..” (QS: Al-An’aam: 71)

Sesungguhnya berdoa kepada dzat yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudharrat, yang tidak mampu memerintah dan melarang, tidak mampu mendengar dan tidak mampu memperkenankan doa, baik itu dari kalangan para nabi dan rasul, jin atau malaikat, bintang-bintang atau benda langit lainnya, pepohonan dan bebatuan serta orang-orang yang sudah mati, kesemuanya adalah kezhaliman yang besar, merupakan kesesatan dari jalan yang lurus dan perbuatan syirik terhadap Alloh yang Maha Agung. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Alloh; sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu) maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim”. (QS: Yunus: 106)

Juga firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sesembahan selain Alloh yang tiada dapat memperkenankan (do’anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka.” (QS: Al-Ahqaaf: 5)

Berdoa kepada selain Alloh adalah perbuatan syirik dan merupakan dosa besar, bahkan dosa terbesar. Segala bentuk dosa bisa diampuni oleh Alloh bagi siapa yang Alloh kehendaki, kecuali dosa syirik. Sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS: An-Nisaa: 48)

Pada Hari Kiamat nanti Alloh  Subhanahu wa Ta’ala akan mengumpulkan orang-orang musyrik dan setiap orang yang beribadah kepada-Nya, namun para sesembahan tersebut akan berlepas diri dari mereka, bahkan mengingkari penyembahan mereka. Alloh  Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Alloh tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. ( Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. (Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Alloh; dan Alloh Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS: Al-Faathir: 13-15)

(Sumber Rujukan: Ushul Ad-Dienil Islami oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: