Lihatlah Lebih Dalam Lagi

MediaMuslim.Info – Ketika hak manusia dilecehkan, seperti kasus anak diperkosa ayah kandungnya sendiri (-afwan kata-katanya terlalu kurang sopan-), sudah dirampok kehormatannya dibunuh pula, hampir semua kita tidak menerimanya (-setiap muslim sangat mencela perbuatan ini-). “SADIS…..!!!” kata sebagian orang. Tetapi giliran hak Alloh dilecehkan, dengan berbagai kemungkaran, tidak menunjukkan ibadah kepadaNYA saja (-padahal mengaku Islam-); kuburan disembah dan disiapkan berbagai upacara atau wisata ritual, kotoran binatang dijadikan rebutan untuk mendapatkan barokah, menemui makhluk halus penjaga gunung untuk meminta informasi mengenai keadaan gunung tersebut, dan banyak lagi…. HATI SIAPA YANG MIRIS ? Lantas, kejahatan apalagi yang lebih besar daripada berbuat jahat kepada Alloh Ta’ala ?.Masalahnya terletak pada ketidakpahaman umat tentang pondasi agamanya, Tauhid. Perkara mendasar ini wajib dipelajari oleh semua insan, tanpa kecuali. Kitab-kitab Alloh Ta’ala diturunkan demi menjelaskan tauhid. Para Rasul diutus demi mendakwahkan tauhid. Segala sesuatu yang diciptakan demi merealisasikan tauhid. Sungguh perintah Alloh Ta’ala yang terbesar adalah TAUHID, dan larangan yang terkeras adalah syirik. Maka pelajarilah tauhid dan lawannya.

Masalah yang lain kebanyakan kita sepakat harus bertauhid dan tidak berbuat syirik. Namun pada umumnya kita tidak mengetahui hakikat kesyirikan. Tidak diragukan lagi bahwa syirik adalah dosa nomor satu seantero jagad, dosa besar. Alloh Ta’ala tidak mengampuni dosa yang satu ini, kecuali bertobat. Tetapi tahukah kita, kesyirikan bermula dari sikap yang berlebihan kepada orang-orang yang Sholih? Mendatangi dukun atau paranormal -bertanya hal-hal yang ghaib dengan membenarkannya ataupun tidak- termasuk dalam perincian syirik? Bahkan lebih parah lagi, mendatangkan dukun-dukun ke rumah-rumah lewat televisi (media elektronik) atau majalah (media cetak) serta juga media Internet, baik secara sadar atau tidak sadar.

Jika kita mau berpikir, adakah orang yang masuk surga tanpa Tauhid? atau adakah orang yang masuk surga dengan membawa dosa syirik. Mustahil.

Tokoh-tokoh yang bersih tauhidnya saja masih takut terhadap bahaya syirik. Tentunya kita semua yang miskin Ilmu dan Iman harusnya tidak merasa aman dari bahaya syirik. Sangat memungkinkan bagi kita terjerumus ke dalam syirik akbar apalagi syirik ashghor.

Akhirnya betapapun kecilnya dosa, hal itu dikhawatirkan akan menjadi langkah awal dari sebuah jalan menuju kesyirikan. Oleh karena segeralah bagi kita bertaubat, sungguh Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jangan kira syirik itu tidak akan pernah kita lakukan kalau kita tidak mau mempelajari dan memahaminya. Mampukah kita mencari jejak semut hitam di batu hitam dalam kegelapan malam ? Ada jenis syirik yang lebih samar dari perumpamaan itu. Bagaimana cara mengatasinya ? hanya satu jalan yaitu mempelajarinya.

Harapan kita, semoga situs ini mampu memberikan kita materi-materi yang kita butuhkan terutama masalah Tauhid. Wallahu A’lam.

(Dikutip dengan sedikit perubahan editorial dari: Mutiara Faidah Kitab Tauhid Asy-Syaikh Muhammad At Tamimi, Abdulloh bin Salam)

Sumber: www.mediamuslim.info

2 Komentar

  1. Ari said,

    November 22, 2006 pada 2:48 am

    Assalamualaikum wr wb
    Setahu saya, tindakan yang baik belum berarti mencerminkan sifat, niat atau hati yang baik karena bisa jadi dalam tindakan yang buruk mencerminkan sifat dan hati yang suci. Bukan dengan mata fisik kita memahami baik buruknya sifat, hati dan iman seseorang tetapi dengan mata hati lah kita mampu memahaminya. Bukankah Allah telah mengingatkan bahwa jangan terburu – buru dan tergesa – gesa dalam memaknai segala yang terjadi keputusan tetapi harus dengan hati – hati supaya hati tetap bersih dari prasangka yang buruk dan keputusan yang merugikan.
    Sabar, bukankan Allah mencintai makhluk-Nya yang sabar. Allah yang Maha Mengetahui Segala Isi Hati makhluk-Nya., biarlah Allah yang menghukum dan menilai baik buruknya tindakan dan niat makhluk-Nya, karena setiap makhluk pasti bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Sabar dan hati – hati dalam memaknai dan memahami segala yang terjadi itulah ciri – ciri orang yang berfikir. Namun demikian, karena makhluk diberi keterbatasan memaknai niat dan isi hati maka jadikanlah semua yang terjadi untuk lebih mendekatkan diri kepada Ilahi. Bukankah Allah Tuhan Yang Maha Pemberi Kemudahan. Bila terdapat kata – kata yang salah itu berasal dari diriku dan bila ada kebenaran itu berasal dari Allah Yang Maha Benar, karena kebenaran adalah milik-Nya.Terima kasih dan maaf…….

  2. ari w said,

    Desember 1, 2006 pada 1:42 am

    manusia dihukumi di dunia berdasarkan zahirnya, adapun masalah hati kita serahkan kepada Allah ta’ala.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: