Status KeIslaman dan Kekufuran Orang Gila

MediaMuslim.Info -Orang yang sebelumnya beragama Yahudi ataupun Nasrani kemudian gila lalu masuk Islam sewaktu ia gila, maka Islamnya dinyatakan tidak sah baik secara lahir maupun batin. Orang yang sebelum beriman kemudian murtad atau kafir lalu gila, maka status hukumnya adalah kafir. Dan sebaliknya orang yang sebelumnya beriman kemudian gila maka ia diberi ganjaran atas keimanannya dahulu sebelum ia gila.

Orang yang dilahirkan dalam keadaan gila kemudian tetap gila setelah dewasa, maka tidak sah keimanan dan tidak juga dinyatakan kafir. Hukumnya sama dengan hukum anak-anak yang kedua orang tuanya muslim, yaitu dihukumi muslim karena kedua orang tuanya muslim. Itulah pendapat yang disepakati oleh alim ulama. Demikian pula bila ibunya seorang muslimah, menurut jumhur ulama, di antaranya Abu Hanifah, Asy-Syafi’I dan Ahmad.

Demikian pula orang yang sebelumnya muslim lalu gila, ia masih dipandang muslim, mengikuti agama kedua orang tuanya. Begitu pula halnya dengan orang gila yang dilahirkan di tengah kaum muslimin (yakni anak pungut yang dilahirkan dalam keadaan gila dan tidak diketahui siapa kedua orang tuanya), secara lahiriah ia dipandang muslim mengikuti kedua orang tuanya atau tuan rumah yang mengasuhnya. Sebagaimana halnya hukum seorang anak. Bukan karena ia memiliki iman. Anak-anak kaum muslimin dan orang gila dari kalangan kaum muslimin pada hari kiamat nanti dikumpulkan bersama orang tua mereka. Namun status keIslaman mereka itu tidaklah memiliki keistimewaan daripada muslim yang lainnya. Dan tidak musngkin pula menjadi wali Allah Subhanallohu wa Ta’ala yang bertakwa, yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala dengan amalan-amalan wajib dan sunnah. Sebab ia dipandang muslim secara hukum, yakni hanya dihukumi sebagai muslim. Bukanlah muslim hakiki yang bermakna tunduk dan patuh secara total kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala dan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Hukum Sholat Orang Yang Hilang Akal/Gila
Allah Subhanallohu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisaa’: 43)

Allah Subhanallohu wa Ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang sedang mabuk untuk mengerjakan sholat hingga mereka mengetahui apa yang mereka ucapkan.
Para  ulama sepakat bahwa ayat ini turun sebelum pengharaman khamar (yakni yang tersebut di dalam surat Al-Maidah ayat 90). Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebab turunnya ayat tersebut berkenaan dengan sebagian shahabat yang mengimami sholat setelah meminum khamar (saat itu khamar belum diharamkan) lalu ia serampangan membaca ayat. Lalu Allah Subhanallohu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya ini (surat An-Nisaa’ ayat 43)

Dari larangan mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk karena minuman yang padahal belum diharamkan sebelum sadar dan mengetahui apa yang diucapkan, dapatlah diketahui bahwa seseorang dilarang mengerjakan sholat hingga ia mengerti apa yang diucapkannya.

Orang yang tidak menyadari apa yang diucapkannya tidak dibolehkan mengerjakan sholat. Meskipun akalnya hilang bukan karena perkara yang terlarang atau haram. Oleh sebab itu para ulama sepakat bahwasanya tidak sah sholat orang yang hilang akalnya, apapun penyebab akalnya hilang. Terlebih lagi orang gila! Wallhu ‘Alam. (Ibnu Yunus Al Andalasy)

(Disadur dari: Auliya Allah al ‘Uqala’ Laisu Majanin, Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)

Sumber: www.mediamuslim.info

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: